“Apakah dugaan ini benar, ataukah ada peristiwa lain yang menyertainya, misalnya dalam konteks bagaimana makanan itu diolah atau disajikan, ini masih dalam tahap dugaan. Karena itu kita perlu pembuktian ilmiah yang akurat,” jelasnya.
Saat ini, sebagian besar siswa yang sempat dirawat telah dipulangkan ke rumah masing-masing, sementara sekitar 10 orang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit. Gubernur juga menyatakan bahwa kondisi mereka terus dipantau dan secara umum mulai membaik.
Sementara itu, BPOM dan instansi terkait masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi para siswa. Gubernur juga menyampaikan bahwa, besok uji kimia sudah bisa diketahui publik. Sementara hasil uji mikroskopik, butuh tujuh hari lagi baru diketahui hasilnya.
“Penelitian ini masih berjalan. Hasil dari BPOM akan disampaikan setelah proses laboratorium selesai. Ini penting agar kita bisa mengambil langkah yang tepat berdasarkan data yang valid,” tegas Melki.
Gubernur Melki mengimbau semua pihak, baik sekolah, guru, orang tua, maupun penyedia makanan, untuk lebih berhati-hati dalam menjaga kebersihan dan keamanan pangan, terutama bagi anak-anak sekolah.



Tinggalkan Balasan