Wakil Kepala Kejati NTT menegaskan bahwa proses penyidikan akan dilaksanakan secara transparan, profesional, dan akuntabel. Ia juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap keuangan negara serta komitmen Kejati NTT dalam memerangi korupsi, khususnya di sektor pendidikan dan infrastruktur dasar.

“Kasus ini menunjukkan bahwa korupsi di sektor pendidikan tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga membahayakan keselamatan anak-anak sebagai generasi penerus. Dalam salah satu proyek, kerusakan atap dan plafon akibat pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi bahkan sempat menyebabkan siswa menjadi korban,” tegasnya.

Kejati NTT menyatakan akan terus mengusut kasus ini hingga tuntas untuk memastikan pertanggungjawaban hukum secara menyeluruh. (*)