“Artinya angka prevalensi masih tergolong tinggi dan jumlah absolut penderita stunting masih di angka puluhan ribu. Sebagai organisasi yang fokus dalam upaya mewujudkan hidup anak utuh sepenuhnya, tentu saja kami akan terus berkomitmen dalam isu ini melalui berbagai cara,” ujarnya.
Portun menambahkan bahwa fakta inilah yang membuat Wahana Visi Indonesia akan terus berkomitmen mendukung pemerintah Provinsi NTT untuk menurunkan angka prevalensi penurunan stunting. Lebih lanjut, Portun mendorong Prov. NTT untuk merumuskan strategi khsusus untuk penanganan stunting.
Komitmen dari WVI ini disambut baik oleh Bapperida Provinsi NTT selaku lembaga yang mengkoordinir perencanaan program di daerah. Pemerintah Provinsi NTT memandang perlu adanya strategi dan kebijakan lanjutan untuk menurunkan kebijakan tentang percepatan penurunan stunting di tingkat nasional ke tingkat provinsi, bahkan hingga kabupaten.
Seminar ini dihadiri secara luring oleh instansi terkait di tingkat Provinsi NTT, Kota Kupang, dan Kabupaten Kupang, Mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, hingga anggota Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS). Institusi terkait untuk kabupaten lain dalam lingkup Provinsi NTT juga menghadiri seminar ini secara daring.



Tinggalkan Balasan