“Dengan perputaran ekonomi NTT, diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat dan laju inflasi serta membangun kemandirian dan pemberdayaan ekonomi masyarakat NTT. Melalui HLM TPID hari ini, mari bersinergi menjaga laju inflasi dengan spirit Ayo Bangun NTT,” tutup Gubernur Melki.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI NTT Agus Sistyo Widjajati, menyatakan inflasi NTT sepanjang 2025 berhasil ditekan di bawah 2%, sehingga menjadikan NTT salah satu dari lima provinsi dengan inflasi terendah nasional. Namun ia mengingatkan agar tetap waspada terhadap laju inflasi di 5 kota indikator yaitu Kota Kupang, Kabupaten Ngada, Timor Tengah Selatan, Maumere dan Waingapu.

“Ini adalah pencapaian luar biasa, dimana sebelumnya selalu menjadi top 5 inflasi tertinggi kini menjadi top 5 inflasi terendah di seluruh NTT. Catatan penting adalah memperhatikan laju inflasi,” ucapnya.

Ia menyebutkan, terdapat 5 komoditas penyumbang utama inflasi di NTT yaitu beras, aneka cabai, bawang merah, kopi bubuk dan aneka ikan.