Lebih lanjut, Gubernur menekankan diperlukan hilirisasi produk-produk pertanian, peternakan, dan perikanan menjadi berbagai produk turunan untuk menciptakan nilai tambah.
Hal ini selaras dengan semangat dan tujuan dari program One Village One Product (OVOP), yang mendorong setiap desa mengembangkan produk unggulan berbasis potensi lokal.
“Kita tidak boleh lagi mengekspor produk mentah keluar dari NTT. Produk harus dan diserap oleh pasar lokal kemudian dipasarkan melalui NTT Mart. Melalui OVOP yang didorong hingga menjadi One Comunitty One Product digelorakan dengan Gerakan Beli NTT. Sebelumnya, GMIT Sinode berkolaborasi dengan BI Perwakilan NTT telah melaunching GG Mart, ini adalah contoh yang harus diperluas oleh komunitas lainnya,” tegasnya.
Gubernur menambahkan, inovasi-inovasi tersebut telah sejalan dengan program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) agar dapat melibatkan Petani, Peternak dan Nelayan lokal sebagai penyedia bahan pangan melalui Koperasi Merah Putih yang terintegrasi.



Tinggalkan Balasan