“Hari ini, meskipun baru belasan UMKM, dampaknya akan sangat besar buat kami. Karena ini akan menimbulkan kepercayaan diri bagi para pelaku UMKM bahwa kalau Badan POM betul-betul mendampingi dan membantu kita di luar yang sudah ada, itu akan sangat besar artinya bagi kami di sini,” jelasnya.

Gubernur Melki juga berharap, dengan sinergi antara Badan POM, sektor perbankan yang menjamin permodalan, serta sektor UMKM dengan produk-produk unggulan hilirisasi, NTT dapat menjadi pilot project bagaimana sinergi lintas sektoral mendongkrak produk-produk unggulan dari NTT ke ranah yang lebih luas.

OVOP sebagai Percontohan Nasional

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan, Taruna Ikrar, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk mendukung program OVOP yang dicanangkan Gubernur NTT sebagai percontohan nasional. Dalam kegiatan tersebut, Badan POM menyerahkan 45 nomor izin edar untuk 45 produk yang telah memenuhi standar nasional.

“Dan kalau standar nasional sudah terpenuhi, standar internasional juga, dengan asumsi produk-produk daerah bisa dipasarkan secara nasional, bahkan diekspor ke luar negeri,” ujar Taruna.

Tujuan utama kegiatan, menurut Kepala Badan POM, adalah menjadikan NTT sebagai percontohan nasional untuk membangun kekuatan ekonomi nasional dalam hal hubungannya dengan UMKM. Kegiatan dilakukan di NTT sebagai contoh baik bagi daerah lain di Indonesia.

“Kita ingin suatu ketika negara kita mandiri secara ekonomi, dan proses mandiri secara ekonomi itu harus dimulai dari sumber yang paling bawah, yaitu UMKM. Sebagai soko guru nanti akan dipadukan dengan Koperasi Merah Putih. Selain itu, akan juga ada hubungannya dengan Makan Bergizi Gratis. Ketiga program ini akan dipadukan untuk mewujudkan sila kelima Pancasila,” pungkas Taruna.

Seusai acara penyerahan, Gubernur NTT didampingi Kepala Badan POM dan Wakil Bupati Manggarai Barat mengelilingi stan-stan UMKM yang ada di aula kegiatan, dan membeli produk-produk yang dijual sebagai bentuk dukungan terhadap berbagai produk UMKM asal NTT. (*/ab)