la menegaskan bahwa kepemimpinan sejati bukan sekadar soal jabatan, tetapi tentang pengabdian yang berakar pada karakter, spiritualitas, dan moralitas.

“Saya berdiri di sini bukan semata sebagai pemimpin, tetapi sebagai pelayan dan sahabat seperjalanan,” tegasnya.

Rektor Uly memperkenalkan visi besar UPG 1945 NTT, yakni menjadi perguruan tinggi unggul, berbudaya, dan menjadi kebanggaan warga PGRI serta pilihan utama masyarakat.

la juga memperkenalkan filosofi kepemimpinan “Tri Bajik Eka Cita” – tiga perbuatan baik untuk satu cita luhur, serta visi dan program strategis unggulan.

“Tugas ini tidak ringan, tetapi sangat mulia. Mari kita bangun peradaban, bukan sekadar menghasilkan lulusan,” ucapnya disambut tepuk tangan meriah. (*)