Terkait hal ini, Wagub berharap agar para Kepala Sekolah harus lebih berempati kepada siswa dan orangtua siswa. Dalam hal melakukan pungutan, sejauh dimungkinkan secara aturan, ia mengimbau agar mempertimbangkan latar belakang ekonomi orangtua siswa.

“Kalau mau pungut, jangan sama ratakan. Lihat juga background orangtua. Lihat dengan kondisi ekonomi orangtua siswa. Ya, harus lebih berempati kepada siswa-siswa kita,” imbuhnya.

Wakil Gubernur mengimbau agar pungutan yang dilakukan tidak memberatkan orangtua siswa dan harus betul-betul berdasarkan kesepakatan bersama.

Lebih lanjut, Wagub Johni berharap agar para Kepala Sekolah sedapat mungkin membuat rasionalisasi pembiayaan sehingga pungutan yang dilakukan tidak memberatkan orangtua siswa dan tidak mengusik perasaan publik.

Menurut Johni Asadoma, pertemuan bersama yang dilakukan ini guna untuk mendapatkan informasi langsung dari para Kepala Sekolah yang mengambil kebijakan di sekolah masing-masing.

“Ini tadi sifatnya mengumpulkan informasi, supaya dengan informasi ini, bisa kita lakukan analisa dan kita olah, supaya nanti akan diambil satu kebijakan,” ucap Johni.

Mengakhiri pertemuan ini, Wakil Gubernur NTT mengucapkan terima kasih kepada para Kepala Sekolah dan para Guru yang sudah menunjukkan dedikasi tinggi dalam mencerdaskan anak bangsa di wilayah Nusa Tenggara Timur ini. (blds/ab)