Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan gereja ini menjadi simbol nyata dari semangat gotong royong lintas elemen masyarakat.
“Pembangunan gereja ini adalah bukti bahwa kita semua basodara. Ada semangat kebersamaan dan saling tolong-menolong dari umat Katolik, donatur, pemerintah, dan bahkan dari saudara kita umat Muslim serta umat Gereja Kristen Sumba (GKS). Ini adalah kisah iman dan persaudaraan yang tidak ternilai,” ungkapnya.
Gubernur Melki juga menyoroti peran penting Gereja Katolik di NTT, khususnya di Sumba, dalam mendukung pembangunan di berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sosial kemasyarakatan.
Ia mengajak gereja untuk turut serta mendorong penguatan ekonomi umat, sejalan dengan program One Village One Product (OVOP) dan Gerakan Beli NTT yang tengah digalakkan pemerintah provinsi.
“Kami ingin setiap desa, paroki, bahkan stasi dan KUB bisa memiliki satu produk unggulan. Produk lokal harus diolah terlebih dahulu sebelum dijual agar memiliki nilai tambah. Seperti kopi, jangan dijual mentah, tapi olah jadi bubuk kopi berkualitas,” tegasnya.



Tinggalkan Balasan