Ia menjelaskan, terkait dengan pajak saat ini Bank NTT sedang mengoptimasi penerimaan dari sektor pajak bumi dan bangunan, retribusi pasar, retribusi sampah, dan pajak-pajak lainnya, guna meningkatkan PAD NTT.

Selain itu ia juga mengatakan masih ada sektor penting lainnya yang menurutnya saat ini belum maksimal yaitu pajak hotel dan restoran, SP2D online, e-Samsat, integrasi tagihan, sistem informasi pemerintahan daerah, pajak daerah, sehingga perlu dimaksimalkan.

“Ini sangat penting sekali, sehingga itu kami akan lakukan dan sekarang telah kami lakukan. Dan saat ini juga kita sedang berkoordinasi dan berintegrasi dengan teman-teman di Badan Aset terkait dengan penerimaan-penerimaan yang akan diterima oleh pemerintah provinsi,” tegas Praing.

Selain pajak daerah, Bank NTT juga menggenjot PAD lewat pengembangan potensi ekonomi daerah. Ada beberapa hal yang menurut Praing, menjadi prioritas Bank NTT, diantaranya mendukung layanan keuangan dan pembinaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di NTT.