Terkait dengan pembinaan UMKM, Bank NTT saat sedang melakukan verifikasi terkait dengan platform KUR yang akan diterima Bank NTT dari kementerian UMKM, yaitu sebesar Rp1 Triliun, sehingga bisa cepat direalisasikan dan nanti akan berdampak juga pada peningkatan usaha atau produk UMKM yang berimbas pada peningkatan PAD.
“Ya, untuk produk UMKM sendiri pembinaan kami ada 238 UMKM. Di antaranya kuliner 150, griya 35, tenun 19, dari jasa ada 32, perkebunan dan pertanian ada 2,” terang Praing.
Untuk kontribusi terhadap peningkatan infrastruktur, Bank NTT juga melakukan pembiayaan berupa pinjaman daerah dan ini sudah dilakukan di beberapa kabupaten, termasuk juga dengan pemerintah Provinsi.
“Hingga tahun 2024 ini beberapa fasilitas kredit UMKM telah kami lakukan, yang mana totalnya ada Rp1,8 triliun dengan 10.600 NOA,” ujarnya.
Lebih lanjut Praing mengatakan terkait dengan pemanfaatan kanal pembayaran, Qriss, EDC, mobile banking, dia bisa, loko dia bisa, seluruh transaksi bisa dilakukan melalui Mobile Banking, EDC, Qriss, dan juga yang lainnya.
Sementara berkaitan dengan efisiensi dan stabilitas dalam pengolahan keuangan, Bank NTT berkolaborasi dengan OPD-OPD yang ada, baik itu di kecamatan, kota, dan juga desa menggunakan sistem CMS yang terintegrasi langsung, agar pelaksanaan pembayaran bisa dilakukan dengan cepat, akurat, serta pajak bisa terdistribusi langsung dengan sendirinya di rekening pemerintah Provinsi, Kabupaten, dan Kota. (*/ab)







Tinggalkan Balasan