“Sudah berproses. Memang kita kemarin NPL-nya masih cukup tinggi melebihi batas maksimal, dan melalui RUPS kemarin kita turunkan, tapi tetap akan ditagih. Kami sudah turunkan di bawah yang diminta oleh Kementerian,” ujar Gubernur Melki, Rabu (4/5/2025).

Ia menjelaskam, setelah NPL (Non Performing Loan) Bank NTT turun, maka mulai bulan Juni atau bulan Juli, pihaknya sudah bisa mengajukan dan mendapat dana KUR untuk disalurkan lewat Bank NTT.

“Kemarin kami sudah berkomunikasi, mudah-mudahan tidak ada perubahan, Bank NTT rencananya akan mendapatkan dukungan untuk bisa menyalurkan KUR di NTT sebesar kira-kira Rp1 Triliun,” ujarnya.

Dengan dkungan tersebut, Gubernur Melki memastikan bahwa penyaluran KUR, harus dilaksanakan dengan baik untuk digunakan oleh masyarakat, guna menggerakan ekonomi di level bawah termasuk program OVOP.

“Sekaligus menggerakan sektor pertanian, kelautan, perikanan, peternakan dan perkebunan, dan penyaluran KUR akan didampingi oleh lembaga-lembaga, untuk bisa memastikan KUR ini produktif bergerak di lapangan, dan dikembalikan lagi kepada bank NTT sehingg NPL-nya kita usahakan di bawah 1 atau 0 koma,” jelasnya.