“Kita sudah coba telusuri apa saja yang akan kita kerjakan untuk bisa mencapai Rp2,8 triliun. Pertemuan hari ini mudah-mudahan bisa merumuskan apa yang bisa kita kerjakan, agar lompatan yang kita rencanakan bisa terwujud,” terangnya.

Sejumlah poin yang disampaikan gubernur yakni penguatan sektor unggulan seperti pariwisata, pertambangan, dan perkebunan menjadi fokus utama peningkatan pendapatan, hilirisasi produk lokal juga didorong untuk meningkatkan nilai jual.

Selain itu, kerjasama dengan perbankan yakni Bank NTT, Bank Mandiri, BCA, dan Bank Indonesia Perwakilan NTT dilibatkan untuk mengoptimalkan potensi kredit sektor pertanian dan UMKM.

Gubernur juga menyampaikan tentang Gerakan Beli NTT yang bertujuan untuk meningkatkan konsumsi produk lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi di dalam daerah, Program One Village One Product (OVOP) untuk mengembangkan produk unggulan di setiap desa.

Selain itu, Inovasi di sektor kesehatan untuk potensi pendapatan dari sektor kesehatan, khususnya wisata medis, serta pengelolaan aset daerah akan diperbaiki untuk meningkatkan pendapatan.