Ia menegaskan, jika kembali terpilih menjadi rektor, ia ingin menciptakan kampus UPG 1945 NTT yang berkualitas, unggul dan berdaya saing di NTT.

“Mengapa harus akreditasi unggul? Karena hanya dengan akreditasi unggul dan internasional, kita akan bertahan di situasi saat ini,” terangnya.

Meski demikian, David menegaskan, dirinya akan tunduk dan hormat pada hasil pemilihan rektor kali ini. Siapapun yang terpilih, itulah hasil yang terbaik untuk lembaga UPG 1945 NTT.

“Saya umur 56 ini masih kuat untuk melanjutkan. Tapi saya tidak bisa melawan suara Tuhan. Jika Pak WR I atau WR III terpilih, saya akan hormat,” tegasnya.

Ia berjanji jika terpilih, dirinya akan memperbaiki tata kelola kampus UPG 1945 NTT. “Fokus ke depan, SDM nomor satu. Bagaimana caranya karena uang terbatas, itu harus menggunakan kemampuan kita,” terangnya.

Calon Rektor lainnya, Uly Jonathan Riwu Kaho, mengusung visi sebagai pemimpin transformatif yang mendorong UPG 1945 NTT menjadi perguruan tinggi unggul, berbudaya, dan menjadi kebanggaan warga PGRI serta masyarakat NTT.