“Prioritas saya adalah peningkatan mutu tri dharma perguruan tinggi, perbaikan tata kelola kampus, pengembangan SDM dosen dan mahasiswa, serta membangun kampus yang inklusif dan berbasis budaya,” jelas Uly.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan layanan berbasis teknologi informasi, penyempurnaan kurikulum, peningkatan mutu dan akreditasi program studi, serta riset, pengabdian masyarakat, dan kolaborasi dengan dunia usaha dan alumni.
“Prioritas saya adalah bagaimana meningkatkan mutu tri dharma, yang sesuai dengan budaya dan kebutuhan standar perguruan tinggi yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Di samping mutu, Uly Riwu Kaho juga menekankan pentingnya perbaikan tata kelola kampus dan sumber daya manusia dosen dan mahasiswa, serta mewujudkan kampus yang inklusif dan berbudaya.
Ia menambahkan, dirinya akan mengoptimalkan layanan berbasis IT di kampus UPG 1945 NTT. “Itu yang perlu kita tingkatkan, serta penyempurnaan kurikulum serta peningkatan akreditasi dan mutu prodi, juga peningkatan riset, pengabdian masyarakat serta kerja sama dengan dunia usaha dan alumni,” pungkasnya.
Calon Rektor UPG 1945 NTT lainnya Darmanto F. Kise berkomitmen melaksanakan tiga tugas utama kampus yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
Ia mengaku berasal dari latar belakang aktivis, dan pernah menjabat sebagai sekretaris BPMP dan Ketua BPMP sebelum dipercayakan menjadi Wakil Rektor III. “Dengan basic ini saya mau coba tawarkan diri untuk pemimpin universitas ini,” kata Darmanto.
Ia mengaku maju bukan dengan motivasi menyingkirkan calon lain, tapi dia ingin agar kampus UPG 1945 NTT dibangun dengan semangat kolaborasi.
“Tugas Rektor itu bukan cuman di lembaga ini dia simbol untuk mewakili lembaga,” tandasnya. (*)







Tinggalkan Balasan