Gubernur Melki Laka Lena dalam sambutannya menekankan bahwa peresmian Gereja Toraja Jemaat Kupang bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha menjadi simbol nyata toleransi antarumat beragama di NTT.
“Ini bukan hanya momen syukur bagi umat Gereja Toraja, tapi juga cerminan kuatnya semangat hidup berdampingan yang telah lama tumbuh di bumi Flobamorata,” ujar Gubernur.
Ia juga menyoroti pentingnya nilai kurban syukur dan gotong-royong yang dihadirkan melalui rangkaian adat Ma’somba Tedong. Menurutnya, dua nilai ini menjadi pondasi spiritual dan sosial dalam membangun masyarakat yang tangguh dan inklusif.
Lebih lanjut, Gubernur Melki menegaskan bahwa kehadiran gereja ini menambah warna dalam harmoni keberagaman di NTT dan Indonesia secara keseluruhan.
“Keberagaman adalah kekuatan kita. Mari jaga bersama dari segala bentuk provokasi yang ingin merusak persatuan dan kerukunan,” tegasnya.
Gubernur juga berharap Gereja Toraja Jemaat Kupang dapat menjadi mitra aktif pemerintah dalam menjaga kerukunan dan mendukung pembangunan daerah melalui semangat Ayo Bangun NTT.



Tinggalkan Balasan