Jejak dari Timur

Umbu adalah putra dari Dr. Umbu Rudi Kabunang, seorang politisi Golkar yang kini Anggota Komisi XIII DPR RI dan Wiwiek Nawa Sondagi. Nama “Umbu” sendiri adalah gelar kebangsawanan laki-laki Sumba, pertanda ia lahir dari garis tua, yang dalam masyarakat adat menanggung tanggung jawab moral dan sosial.

Sejak kecil, Umbu dikenal tak banyak bicara, tapi memiliki ketertarikan pada mesin. Di usianya yang ke-9, ia sudah akrab dengan garasi dan suara knalpot. Tak seperti anak-anak kebanyakan di Sumba yang tumbuh dengan kuda pacu dan tombak Pasola, Umbu lebih suka mendengarkan deru turbo dan mempelajari kecepatan lewat layar YouTube. Dunia melihatnya sebagai anomaly, tapi ia justru melihat dirinya sebagai jembatan.

“Saya tetap anak Sumba, dari kampung Kambauni, Tanahrara, hanya saja lintasannya bukan padang, tapi aspal,” katanya suatu sore, dalam sebuah wawancara singkat sebelum kompetisi.

Budaya Sumba yang keras, ritualistik, dan sarat nilai gotong royong diam-diam membentuk mental Umbu Gillberth. Ia tak pernah mengeluh dalam latihan. Ia juga tak gampang silau. Bagi Umbu, kecepatan bukan soal ego, tapi kehormatan, nilai yang sama dijunjung dalam upacara adat Marapu. Ia menyebut setiap run-nya sebagai bentuk “penghormatan pada jalan hidup.”