Ia menambahkan bahwa melalui sinergi ini, DMI dapat menjadi penggerak ekonomi umat sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Kita juga ingin mengajak kelompok perempuan untuk terlibat, dan DMI bisa memainkan peran penting dalam menggerakkan itu,” lanjut Johni.
Selain aspek ekonomi, Wakil Gubernur juga menyoroti pentingnya menjaga peran strategis masjid sebagai pusat ibadah, pusat pemberdayaan umat, dan wadah pemersatu masyarakat. Ia berharap DMI terus menjadi garda terdepan dalam membangun karakter umat yang religius, cerdas, dan bermoral.
“Soliditas dan kebersamaan di internal DMI harus dijaga. DMI harus menjadi rumah bersama bagi semua anggotanya serta mampu memperkuat hubungan antarumat, baik Muslim maupun non-Muslim,” tegasnya.
Rakerwil DMI NTT ini dihadiri oleh jajaran pengurus wilayah, tokoh agama, serta perwakilan dari berbagai organisasi masyarakat Islam di NTT.
Diharapkan hasil dari rapat kerja ini dapat menjadi acuan strategis dalam mendukung pembangunan daerah secara inklusif dan berkelanjutan. (Biro Adpim)



Tinggalkan Balasan