Berkat modal usaha dari Bank NTT, para petani milenial di Desa Anakoli mengembangkan usaha sektor pertanian hortikultura serta peternakan berkelanjutan.
Selain bertujuan meningkatkan ekonomi, pengembangan hortikultura ini juga diklaim sebagai upaya mendukung program makan bergizi gratis dengan cara memasok bahan baku makanan.

Dalam pelaksanaannya, pelaku usaha milenial ini dibimbing secara rutin oleh Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dari Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo.

“Berdasarkan potensi yang ada melalui identifikasi kami selama ini kami mencoba dalam sebuah pola pertanian terintergrasi (integritas farming). Ini merupakan sistem yang menggabungkan beberapa kegiatan pertanian, seperti peternakan, perkebunan, dan perikanan dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas lahan, diversifikasi pendapatan, dan pengelolaan limbah yang lebih efisien” jelas PPL Desa Anakoli Martinus Lowe.

Di atas lahan kurang lebih 2 hektare, kelompok tani milenial yang diberi nama Suka Maju ini mengembangkan pola pertanian, peternakan dan perikanan berkelanjutan yang mana saling ketergantungan antara satu dengan yang lainnya.