Talkshow ini akan dibagi dalam dua sesi berdurasi total tiga jam, menghadirkan narasumber dari Polda NTT (divisi cyber crime), psikolog, akademisi komunikasi digital, dan aktivis dari Rumah Perempuan Kupang. Pesertanya meliputi organisasi perempuan, mahasiswa, pelajar SMA, dan lintas partai politik.
Sekretaris DPD I Partai Golkar NTT, Libby Sinlaeloe, menegaskan pentingnya kesadaran hukum dan etika dalam menghadapi tantangan digital.
“Tantangan kita bukan hanya teknologi, tapi kurangnya kesadaran hukum dan etika dalam berinteraksi di ruang digital,” kata pegiat anti kekerasan Perempuan dan anak di NTT itu.
Tak hanya menjadi ruang diskusi, forum ini juga menghasilkan komitmen nyata. Di akhir acara, peserta akan menandatangani pernyataan menolak segala bentuk kekerasan seksual, terutama di media digital.
“KPPG NTT berharap, dari forum ini lahir gerakan advokasi literasi digital dari perempuan untuk Perempuan,” katanya.
Aktivis perempuan Golkar NTT, Debby Angkas, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar seremoni. “Ini isu lintas partai, lintas usia. Perempuan harus saling menguatkan,” ujar Debby.



Tinggalkan Balasan