Ia juga memberi catatan lebih lanjut bahwa Ia mendukung statement Gubernur NTT Melkiades Laka Lena, bahwa Bank NTT sebenarnya mengelola aset yang besar ±16T dan modal investasi ±13T tapi deviden dan laba yg disetor ke pemerintah untuk masuk sebagai kontribusi untuk PAD terbilang kecil.

“Deviden dan laba yang masuk pemerintah itu kecil, sehingga perlu ada perbaikan kedepan. Agar biaya operasional atau BOPO Bank NTT harus diturunkan. Jangan terlalu besar supaya bisa bantu pemerintah dalam penguatan fiskal propinsi dan fiskal daerah,” ujar anggota DPRD Provinsi perwakilan Flores Timur, Lembata, dan Alor ini.

Berikutnya ia juga memberi catatan terkait kredit-kredit macet dan inovasi perbankan di tubuh Bank NTT. Ia meminta agar agunan-agunan kredit harus diklaim dan dicairkan supaya bisa memperkecil atau menutupi NPL.

Selain itu Bank NTT perlu memperbanyak mesin-mesin ATM di kota-kota karena salah satu penyebab orang tidak menyimpan di Bank NTT adalah ketersediaan mesin-mesin ATM di kota-kota. (*)