Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi NTT tahun 2024 meningkat menjadi 69,14, naik 0,74 poin dari tahun sebelumnya. Sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurun menjadi 3,02 persen pada Agustus 2024.

“Capaian indikator makro ini menunjukkan bahwa pembangunan di NTT berjalan cukup baik, meskipun masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan fiskal dan kendala geografis. Dengan kolaborasi dan partisipasi aktif semua pihak, saya yakin RPJMD 2025–2029 akan responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan membawa kemajuan berkelanjutan bagi NTT,” kata Gubernur.

Sementara itu, Pimpinan SKALA NTT, Yohanes Eripto Marviandi, menyampaikan harapannya agar kolaborasi antara SKALA dan Pemerintah Provinsi NTT dapat terus mendorong pembangunan yang inklusif, khususnya dalam pelayanan dasar.

“Ini merupakan bagian dari agregasi pemikiran publik secara pentahelix. Saya berharap kolaborasi ini berlanjut hingga 2030 dan menghasilkan pokok pikiran yang kuat untuk kemajuan NTT,” ujarnya.

Acara ini turut dihadiri oleh para Asisten Sekda, Pimpinan OPD Pemprov NTT, Lembaga Mitra Pembangunan, perwakilan Kemendagri, serta Kepala Bappeda kabupaten/kota se-NTT yang mengikuti secara virtual. (ft/hms/ab)