Ia menyarankan agar NTT tetap menjadi tuan rumah PON, tetapi difokuskan pada cabang olahraga yang berbiaya lebih ringan seperti pencak silat, kempo, atau taekwondo. Sementara itu, cabang olahraga yang memerlukan anggaran besar bisa diserahkan ke pusat atau daerah lain yang lebih siap.

“Saya yakin NTT sangat siap jika fokus pada cabang olahraga yang tidak membutuhkan biaya besar. Kita bisa sukses di sana,” tambahnya.

Tak hanya soal anggaran, Dr. Haning juga menyoroti nasib para atlet yang telah berjuang keras namun hingga kini belum mendapatkan apresiasi yang layak. Ia mendorong agar pembinaan atlet menjadi prioritas dalam upaya memajukan olahraga di NTT.

“Lebih baik kita pikirkan visi, misi, dan gizi para atlet. Kita fokus membina cabang olahraga yang bisa memberikan prestasi dan dampak langsung bagi masyarakat NTT,” pungkasnya. (*)