Ia menjelaskan, informasi yang diperloleh dari anggota DPR RI Komisi XIII Rudi Kabunang, bahwa seluruh penjara di penuh dengan napi kekerasan terhadap anak dan perempuan.

“Ini bahaya sekali. Jadi mulai dari SMA, SMK, SMP dan SD, mesti ada pendidikan khusus soal ini. Jangan lagi sekolah malah jadi predator untuk sesamanya, khususnya anak-anak dan perempuan,” ungkapnya.

Untuk itu, Pemprov NTT melalui Dinas Pendidikan akan meluncurkan program khusus dalam upaya mencegah dan menghapuskan kekerasan terhadap anak dan perempuan di sekolah. Targetnya, seluruh SMA dan SMK di NTT dapat mencapai nol kasus kekerasan.

Lebih lanjut, Gubernur Melki mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, guru, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat, untuk menjadi teladan dalam upaya melawan kekerasan.

“Saya tidak bisa membayangkan masa depan generasi muda NTT jika mereka tumbuh dalam lingkungan yang membiarkan para pelaku kekerasan berkeliaran. Mari kita harus mulai dari diri sendiri,” ajak Gubernur Melki. (*)