Menutup sambutannya, Wagub mengimbau seluruh peserta dan masyarakat untuk menjaga ketertiban, kebersihan, dan kedamaian selama prosesi berlangsung. “Mari kita terus bersinergi mewujudkan NTT yang maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Sinode GMIT, Pdt. Samuel Benyamin Pandie, dalam pesan gembalanya menyatakan bahwa prosesi Paskah menjadi bukti kesiapan GMIT menjadi eklesia baru.
Ia juga menyampaikan dukungan kepada program-program pemerintah dan menekankan pentingnya penegakan hukum atas kasus kekerasan terhadap anak.
“Kami siap bekerja sama membangun NTT yang lebih baik, dan kami berharap semua program pembangunan berpihak kepada kemanusiaan,” tegasnya.
Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Bakrie, yang turut hadir, menyampaikan bahwa KADIN mendukung peningkatan ekonomi melalui sinergi dengan pemerintah dan Bank Indonesia. Ia meresmikan Program NTT YES, sebuah gerakan kewirausahaan untuk pemuda yang dimulai dari Kota Kupang.
Ketua Panitia, Yeskiel Loudoe, menyampaikan bahwa prosesi diikuti oleh 97 gereja GMIT dan berbagai organisasi, menempuh rute dari Bundaran Tirosa hingga Gereja GMIT Jemaat Kota Kupang.



Tinggalkan Balasan