Dengan fasilitas yang ada, termasuk kamar yang menghadap laut dan ruang pertemuan yang luas, seharusnya hotel ini menjadi andalan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, manajemen yang buruk dan persaingan dengan hotel-hotel swasta membuatnya terdegradasi.

Gubernur Melki menginap di kamar 505, sebuah kamar standar dengan fasilitas sederhana. Tidak ada kemewahan ala hotel berbintang lima, namun cukup layak sebagai tempat menginap seorang pejabat negara. Menurutnya, keputusan ini bukan aksi spontan, tetapi sebuah upaya untuk langsung mengamati dan menilai kondisi nyata hotel yang dimiliki Pemprov NTT.

“Saya ingin tahu sendiri, rasakan langsung bagaimana kondisi hotel kita ini, pelayanannya, manajemennya,” ujar Gubernur Melki. Ia mengungkapkan bahwa tujuan dari kunjungan ini adalah untuk memastikan agar aset daerah seperti Hotel Sasando tidak dibiarkan terbengkalai.

Selama menginap, Gubernur Melki juga mencatat berbagai hal terkait kebersihan, pelayanan, dan kualitas makanan di restoran hotel. Keputusan ini bertujuan agar hotel ini bisa kembali menjadi sumber PAD yang potensial. “Ini punya kita. Punya masyarakat NTT. Harus jadi sumber PAD,” tegas Gubernur.