“Saya percaya bahwa gerakan koperasi ini bisa menjadi gerakan yang betul-betul sesuai dengan semangat dan jati diri bangsa Indonesia,” ujar Budi Arie.

Ia menekankan bahwa koperasi harus dijalankan dengan prinsip jujur, kesetiakawanan, kerja keras, gotong royong, dan kekeluargaan. Dengan prinsip-prinsip tersebut, dirinya optimis KSP TLM Indonesia akan menjadi koperasi besar yang mampu berkontribusi signifikan dalam pengentasan kemiskinan.

Menteri Budi juga mengapresiasi pembangunan gedung baru kantor pusat KSP TLM Indonesia yang dirancang futuristik namun tetap menghormati akar budaya masyarakat NTT. Ia berharap keberadaan gedung baru ini dapat mendukung pelayanan dan kinerja koperasi agar lebih optimal dalam memberikan manfaat kepada anggotanya, khususnya melalui pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU).

“Dengan doa dan kerja sama, KSP TLM Indonesia bisa menjadi role model bagi pergerakan koperasi di Indonesia,” tutupnya.

Pembangunan gedung ini sekaligus menjadi simbol kemajuan koperasi dan diharapkan mampu menjadi instrumen peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah NTT.