“Dapur kami memiliki sekitar 50 orang pekerja, termasuk ahli gizi dan akuntan. Dan sayuran yang digunakan dan diolah di dapur ini berasal dari kelompok tani setempat yang memiliki kualitas yang segar dan bagus. Untuk buah-buahan kami memang tidak terlalu variatif karena yang kami gunakan adalah pisang dan pepaya. Namun sekarang kami juga dorong agar kelompok tani juga mengembangkan / membudidayakan tanaman hortikultura lainnya untuk bahan MBG,” jelasnya.
Bupati TTU, Falentinus Kebo pada kesempatan tersebut mengapresiasi Gubernur NTT yang telah datang berkunjung ke TTU walau dalam kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Ia juga mengatakan kedepannya akan menambah Dapur MBG lainnya untuk menyukseskan program nasional MBG.
“Dari sekian banyak kabupaten di NTT, tapi Bapak Gubernur memilih TTU untuk dikunjungi pertama. Saya atas nama masyarakat dan juga jajaran Pemda tentu sampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bapak Gubernur NTT yang sudah datang kunjungi kami,” ujar Bupati TTU.
“Tentu kami di TTU akan mendukung penuh program Pak Prabowo ini. Dengan kerja sama sektor swasta, perbankan, kami berharap dalam waktu dekat kita sudah bisa mencontoh apa yang sudah dilakukan oleh dapur Yabiku untuk kemudian akan ada lagi dapur-dapur MBG berikutnya. Oleh karena itu, sinergi dan kolaborasi kerja yang selalu dikatakan bapak Gubernur dengan berbagai pihak akan semakin membuka peluang kita untuk menyukseskan program makan bergizi gratis ini,” tutupnya. (rdt/hms/ab)



Tinggalkan Balasan