“Kami memastikan tidak ada hambatan dalam operasional. Meskipun bulan ini penuh dengan aktivitas keagamaan, kami tetap menjaga ritme kerja agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal,” ungkap Yasir.

Ia juga menambahkan bahwa kompensasi yang diberikan mencakup nilai tanah, tanaman, dan bangunan yang terdampak pembangunan SUTT 150 kV. Penilaiannya dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) dan telah disahkan oleh Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (DJK) Kementerian ESDM.

“Penguatan infrastruktur ini merupakan bagian dari upaya kami untuk mendukung pemerataan energi di wilayah Jeranjang – Sekotong,” tambahnya.

Asisten Manager Pertanahan PT PLN UPP Nusra 1, Muhammad Alfian Wakhid, juga memberikan apresiasi atas semangat tim di tengah bulan puasa.

“Salah satu tantangan dalam proses pemberkasan adalah bertepatan dengan Ramadan. Tapi kalau kita niatkan sebagai bagian dari ibadah, semua jadi terasa lebih ringan dan lancar,” ucap Alfian.

Komitmen ini selaras dengan upaya PLN untuk tetap menjaga produktivitas tanpa mengabaikan kenyamanan pegawai dalam menjalankan ibadah puasa. “Kami memahami pentingnya bulan Ramadan bagi umat Muslim. Karena itu, operasional dirancang sedemikian rupa agar seluruh pegawai tetap bisa beribadah dengan tenang, tanpa mengganggu kinerja dan pelayanan,” tambah Yasir.