Pengalaman serupa juga diakui oleh peserta sosialisasi lainnya, Hendrikus Epol, yang menyaksikan langsung dampak positif dari hadirnya PLTP di tengah-tengah masyarakat.

“Kekhawatiran kami selama ini adalah bagaimana dampak keberadaan pembangkit listrik panas bumi di Poco Leok,” ujar Hendrikus Epol.

Hendrikus, yang penuh rasa penasaran, turut berdialog langsung dengan para petani terkait kesuburan tanah sampai kualitas hasil panen di sekitar kawasan PLTP Lahendong.

“Kaget juga saya ketika petani itu bilang, selama ini sayur mereka baik-baik saja, kehadiran PLTP Lahendong sama sekali tidak mengganggu produktivitas pertanian dari warga setempat,” ungkap Hendrikus.

Salah seorang petani yang menjalankan aktivitas cocok tanam dekat kawasan PLTP Lahendong, Herald Kaat, juga menyebut lahan mereka begitu subur dan sangat cocok untuk berbagai jenis tanaman, baik tanaman jangka pendek maupun tanaman jangka panjang, mulai dari kol, sawi, labu, tomat, hingga kopi dan kakao.

“Kami di sini masih beraktivitas seperti biasa, hasil pertanian juga normal. Tanah kami memang diberkati Tuhan, dari tanah yang subur sampai potensi panas bumi yang kami nikmati saat ini,” ucap petani sayur organik itu.