Adapun rapat koordinasi yang dihadiri oleh bupati dan wali kota se-NTT ini, bagian dari program Melki-Johni ingin memastikan bahwa posyandu mengambil peran penting dalam pembangunan kesehatan di NTT, terutama dalam hal mengatasi dan mendorong untuk deteksi dini risiko stunting, edukasi gizi serta kampanye hidup sehat dengan dukungan Kementerian Kesehatan.
Menurutnya, dari data yang ada saat ini, sebanyak 4 dari 10 balita mengalami stunting, sehingga menjadi ancaman bagi masa depan sumber daya manusia di NTT. “Kita perlu memastikan bahwa ini harus kita hentikan dan kita kurangi,” tandas Melki. (gma/ab)
Halaman



Tinggalkan Balasan