“Ini Koperasi mungkin yang pertama diresmikan di Indonesia, di tengah juga ada 600 gapoktan di TTS yang hari ini diresmikan menjadi Koperasi Merah Putih,” ungkap Melki Laka Lena.
Eks Wakil Ketua Komisi IX DPR RI ini menyatakan, pembentukan Koperasi Merah Putih tidak akan merugikan masyarakat. Namun Koperasi Merah Putih akan menjadi penggerak ekonomi yang dahsyat untuk seluruh masyarakat NTT.
“Kalau sudah jalan, pemerintah mempersiapkan kurang lebih akan ada uang berputar Rp5 Miliar per 1 koperasi merah putih. Dia akan amankan di urusan produksi, pengolahan, hingga pemasaraan. Dampaknya pasti sangat signifikan,” tegasnya.
Ia menambahkan, selain sebagai penggerak ekonomi, Koperasi Merah Putih juga diharapkan akan mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh Prabowo-Gibran.
Gubernur Melki juga mengingatkan, agar para pengurus koperasi bekerja secara profesional. “Koperasi harus dari, oleh, dan untuk anggota. Pengurus harus jadi contoh untuk kerja-kerja koperasi yang akan dijalankan ke depan. Saya meminta kepada pengurus Koperasi ini agar dapat bekerja secara bertanggung jawab dan profesional sehingga kehadiran koperasi dapat berkembang dengan baik serta dapat membantu para nelayan dan masyarakat sekitar dalam meningkatkan kesejahteraannya. Saya berharap akan tumbuh lebih banyak lagi Koperasi Merah Putih di seluruh kabupaten/kota di NTT sebagai pusat kegiatan ekonomi untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.



Tinggalkan Balasan