”Terus saudara yang lain di mana,” tanya Rikard lagi.

Berta pun menjelaskan, sehari-hari mereka hanya tinggal berlima. Kebetulan hari itu, kakanya yang pertama sudah merantau, kedua sudah bersuami,  yang ketiga sedang mencari uang, untuk membantu membeli makanan untuk  kami sedangkan keempat dan kelima masih kecil.

Dari cerita inilah yang mengoyak rasa iba. Mereka sudah bertahun-tahun seperti itu.Akibat oleh sakit lumpuh yang di derita anaknya terpaksa sang ibu sangat jarang keluar untuk mencari nafkah, terpaksa hanya berdiam diri di rumah.

Saat Rikard menyapa si bocah lumpuh namun sama sekali Nisalia tidak memberikan jawaban hanya ada tawa kecil. Miris sekali kisahnya!

Rikard lalu keluar dan mengambil beberapa bingkisan dimobilnya dibantu beberapa kerabatnya untuk mengambil barang bawaannya berupa sembako sebagai wujud peduli kasihnya terhadap sesama yang membutuhkan.

“Bantuan ala kadar ini saya berikan sebagai bentuk kepedulian saya terhadap sesama terkhusus untuk adik Nisalia Sarman dan Keluarga,” ungkap Rikard.