Kurang lebih 4  jam dalam perjalanan dari Borong menuju Elar, kemudian sampailah Rikard di alamat yang dituju yakni di Desa Haju Ngendong. Sebuah rumah berpintu dan berjendela kayu bekas. Tanpa meja dan kursi, dudukpun dilantai tanah beralaskan tikar kusam, terlihat hanya karung-karung plastik dan perabotan bekas yang terlihat tersandar di dinding bambu yang melepuh termakan rayap juga usia.

Seorang perempuan tua terlihat matanya berkaca-kaca menyambut kedatangan Sang Wakil Rakyat. Dia bernama Berta Bawung. Perempuan 48 tahun itu sangat menderita dan penuh dengan kesulitan dalam merawat anaknya yang lumpuh.Telah bertahun-tahun ia berusaha mencari pengobatan alternatif untuk kesembuhan anaknya namun semuanya seolah tak berbuah kesembuhan karena penyakit anaknya kian parah. Dia tidak bisa ke mana-mana lagi hanya pasrah dan doa yang terus ia lantunkan.

Rikard Persly lantas duduk di samping Mama Berta, menanyakan kondisi anaknya sekarang.

”Begini Pak kondisinya. Cuma bisa duduk dan tidur saja,” ungkap Berta.