“Kita tidak saja bicara soal jalan dan jembatan, tapi juga sekolah-sekolah yang rusak. Ini kan infrastruktur juga dengan adanya bencana akhir-akhir ini, banyak juga sekolah yang rusak. Ini tidak bisa ditolerir yang namanya kerusakan, dan itu butuh keseriusan dari pemerintah, untuk melihat itu menjadi kebutuhan hajat hidup banyak orang, yang harus dieksekusi dengan dana yang banyak,” tuturnya.
Terkait penutupan jalan, Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengimbau kepada pemerintah khususnya Kepala Desa, untuk bisa menenangkan masyarakat.
“Artinya bahwa semua itu akan diselesaikan dengan baik, kalau memang kita sama-sama bekerja dan sama-sama melihat persoalan ini, tidak saja hanya berdampak pada masyarakat, tapi juga berdampak secara luas, termasuk anak-anak,” ungkap aktivis perempuan ini.
“Jadi harus dilihat secara akal yang bijaksana, untuk melihat persoalan ini sekali lagi tidak menjadi domain persoalan mereka, tapi persoalan kita semua. Semua masalah tidak bisa selesai kalau pakai emosi,” pungkas Ana Kolin. (*)



Tinggalkan Balasan