Nagekeo, KN – Program pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang di kucurkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD Kabupaten Nagekeo Tahun Anggaran 2024 senilai Rp. 900 juta di Desa Nataute, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo diduga bermasalah.

Proyek itu meski sudah selesai dikerjakan, namun hingga saat ini belum memberikan hasil yang maksimal bagi masyarakat setempat.

Untuk diketahui, proyek SPAM dan SR (Sambungan Rumah) itu sudah selesai dikerjakan dan dibayar penuh, namun keberhasilan pembangunan SPAM dan SR oleh CV Shilla dan diawasi oleh Konsultan dari CV El Emunah sangat diragukan oleh masyarakat setempat. Bahkan prpoyek ini diduga bermasalah, dan hanya menghabiskan uang negara, tanpa memberikan solusi atas kebutuhan air bersih yang merupakan kebutuhan utama bagi warga.

Kepala Desa Nataute Timoteus Negha menjelaskan, proyek SPAM dan SR yang dikerjakan oleh CV Shilla asal Ende dan diawasi oleh Konsultan dari CV El Emunah tersebut tidak sesuai dengan perencanaan. Menurut dia, dari 90 SR baru terpasang 55 SR, yang artinya lagi 35 SR yang belum dipasang.

“Menerima pengaduan masyarakat, saya langsung ke Dinas PUPR dan pemerintah, namun pengakuan mereka bahwa 35 (SR) tersebut tidak masuk dalam sistem perencanaan kami. Kalau memang tidak masuk dalam perencanaan, apakah 90 (SR) ini dikerjakan oleh satu pihak? Atau dua pihak? Yang masyarakat tahu bahwa SPAM dan SR ini dikerjakan satu pihak,” ungkap Timoteus kepada wartawan belum lama ini.

Salah satu warga yang tidak mau disebut namanya, memastikan bahwa jika aparat penegak hukum turun ke lapangan, dan memeriksa proyek itu, maka pasti ada temuan. Karena banyak kejanggalan terkait fisik pembangunan yang tidak sesuai dengan anggaran yang di keluarkan.

Ia menyebut, masyarakat Desa Nataute akan mengirim surat laporan kepada Instansi pemerintah, DPRD, Kejaksaan Tinggi Ngada, Inspektorat, dan BPK untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami akan melaporkan proyek SPAM dan SR tersebut ke pemerintah Nagekeo dan lembaga terkait agar proyek ini segera di periksa secara menyeluruh, dan diaudit apakah ada indikasi penyalahgunaan anggaran dalam proyek ini?” ujarnya.