“Dari Balai Wilayah Sungai juga siap siaga terkait antisipasi terjadinya banjir yang menyebabkan saluran irigasi rusak, dan berdampak langsung ke petani kita,” ungkapnya.
BPBD Kabupaten/Kota juga diminta untuk selalu mengantisipasi bencana banjir, dan menjaga cadangan pangan untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir atau longsor.
Kepala BMKG NTT Sti Nenotek menyampaikan, saat ini hampir semua wilayah NTT sudah memasuki puncak musim hujan.
“Pada saat puncak musim hujan ini, femomena atmosfir yang terjadi semakin menguat dan menambah curah hujan di wilayah NTT, sehingga beberapa hari terakhir terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi,” jelasnya.
Sti menyatakan, BMKG memprediksi kondisi cuaca ekstrim ini diperkirakan akan terjadi sampai tanggal 3 Februari 2025, tapi bisa diperpanjang dengan melihat kondisi cuaca.
Terkait siklon tropis, Sti menegaskan, di NTT siklon tropis biasanya muncul selama bulan November sampai bulan April. “Jika ada siklon tropis, maka kami akan menginformasikan. Saat ini kita waspada dan antisipasi sampai bulan April apakah ada siklon tropis. Kita terus waspada sampai bulan April. Karena pengalaman menunjukan bencana siklon tropis seroja muncul di bulan April,” terangnya.



Tinggalkan Balasan