Dikatakan Landu Praing, dalam pertemuan tersebut dipaparkan bahwa beberapa tahun ini Bank NTT tidak mendapatkan kuota dalam penyaluran KUR karena NPL (Non Perfoming Loan) yang sangat tinggi akibat dari penyaluran yang tidak prudent.

“Bank NTT mengharapkan adanya kebijakan dari Kementerian Perekonomian untuk membuka kembali kuota untuk Bank NTT dalam menyalurkan kredit KUR,” katanya.

Landu Praing mengatakan, dari pertemuan tersebut, Bank NTT mendapat support yang besar dari para deputi kementrian perekonomian dengan memberikan sejumlha solusi tersebut.

“Potensi UMKM di NTT sangat besar, sesuai data statistik di NTT tahun 2023, terdapat 200 ribu unit UMKM yang ada di NTT. Dan Bank NTT telah membiayai 16 ribu UMKM, dimana banyak UMKM yang hasil produksinya sudah masuk ke market ritel seperti Alfamart maupun Indomart,” ujar Landu Praing. (*)