Selain jambu mete, akan ditanam 33.880 variasi tanaman lainnya, seperti cemara gunung, mahoni, cendana, flamboyan, kemiri, dan sebagainya.
“Rencana rehabilitasi DAS, penanamannya akan dilaksanakan mulai tahun ini. Kami berkoordinasi dengan pihak BPDAS dan KPH setempat untuk pelaksanaan penanaman, pemeliharaan, dan pelaporannya, sebab tanaman ini harus benar-benar dirawat. Kita pantau mana yang hidup, mati, atau yang harus ditanam ulang,” Ujar Ramanda.
Senada dengan Ramanda, Plt Kepala UPT KPH Kabupaten TTS, Semuel K. Boru, menjelaskan bahwa kick off aksi penanaman pohon serentak dilaksanakan di NTT. Untuk itu, ia mengapresiasi PLN yang telah mendukung aksi tersebut, juga kepada masyarakat dan stakeholder yang hadir dan antusias dalam menyukseskan mandat pemerintah.
“Kami bersyukur bahwa semangat menanam ini mulai diangkat lagi dan diharapkan bukan hanya kita, pihak-pihak yang menanam saja atau pemerintah, tapi semua masyarakat Indonesia ikut menanam, khususnya masyarakat TTS,” ucapnya.
Menekankan pentingnya rehabilitasi DAS, Senior Manager (SRM) Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi, David Eko Prasetyo, menjelaskan bahwa program tersebut menjadi upaya untuk memulihkan, mempertahankan, dan meningkatkan fungsi DAS sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri LHK tentang Penanaman Dalam Rangka Rehabilitasi Aliran Sungai, serta merupakan pelengkap persyaratan perizinan pembangunan fasilitas ketenagalistrikan di kawasan hutan.



Tinggalkan Balasan