“Kapan di ukurnya? Ya tentu di ukur pada musim kemarau panjang dan hujan banyak. Seperti misalnya di sumber mata air wae Reget yang kapasitasnya 8 liter per detik namun setelah di ukur dari dua musim tersebut selalu berubah-ubah, demikian sumber-sumber lainnya,” katanya.

Ia menegaskan, pihak manajemen perusahaan tidak sedang menyalahkan siapa-siapa, akan tetapi hal itu merupakan kondisi sumber yang menjadi kunci utama dalam pelayanan air bersih kedalam rumah tangga.

“Jadi kalau saja sudah sumber mengalami penurunan begitu, yang pastilah sedikit berpengaruh terhadap pelayanan. Karena itu kami dari manajemen perusahaan menyampaikan bahwa tidak ada wilayah yang harus di Istimewakan atau terkecualikan,” bebernya.

Dirut Marsel juga menyebutkan, sumber-sumber mati air yang ada itu bukan hanya untuk mengcover seluruh wilayah Langke Rembong.

“Semua sumber-sumber air yang ada itu mempunyai zona, artinya ada zona atau sumber yang bisa disalurkan ke wilayah tertentu dan tidak bisa supali ke wilayah lain,” sebutnya.