Dia mengatakan, pemerintahan Kota Kupang dibawah kepemimpinan mereka akan konsen pada pencapaian kesejahteraan masyarakat.
“Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat serta elemen pemerintahan dan ormas. Kami percaya kalau mau bergerak jauh, harus bergerak bersama,” ungkap dia.
Selanjutnya Serena menambahkan, pemimpin yang dibutuhkan di Kota Kupang bukan hanya tentang kekuasaan, power, atau relasi, tetapi bagaimana kepemimpinan itu memiliki kemampuan untuk berlaku adil, inovasi dan berdampak.
Adapun dalam Refleksi Kepemimpinan Pasca Pilkada 2024, empat tokoh agama menyampaikan refleksi teologis humanis tentang kepemimpinan NTT dan Kota Kupang, yakni Pdt. Oby Milu, Prof. Zainur Wula, I Wayan Dharmawan dan Romo Leo Mali, Pr.
Refleksi yang digagas dan diselenggarakan oleh Gerakan Ayo Bangun NTT dihadiri lebih dari 1000 orang yang terdiri dari Forkopimda, perwakilan kelompok etnis dan sosial, perwakilan pemuda dan masyarkat sipil, birokrasi, perwakilan tokoh politik, perwakilan Lembaga, akademisi dan kampus serta undangan lainnya.



Tinggalkan Balasan