Tidak hanya itu kata dia, topografi di wilayah itu membuat akses dari pada petugas akan berpengaruh terhadap kesulitan untuk di jangkau.
“Sehingga saya selaku kepala puskesmas Ponggeok berinisiatif untuk melakukan program kegiatan pengobatan gratis ini atau dengan istilah jemput bola dalam penanganan orang sakit,” kata Adrianus kepada wartawan.
Ia menuturkan, total dari semua kunjungan atau yang diperiksa pada kegiatan ini sebanyak 200 orang termasuk ibu hamil. Berbagai pemeriksaan oleh petugas adalah pemeriksaan PTM (gula darah, kolesterol dan asam urat), dan pengobatan.
“Hasil pemeriksaan, beberapa macam penyakit yang ditemukan, namun hal ini mungkin karna cuaca yang tidak mendukung saat ini. Namun pihak petugas pun langsung memberikan obat,” tuturnya.
Tak hanya memberikan pemeriksaan dan pengobatan gratis lanjut Adrianus, Puskesmas Ponggeok juga memberikan bantuan makanan dan minuman yang bergizi (beras, telur, kacang hijau dan susu) untuk anak-anak penderita stunting.
Pemeriksaan dan pengobatan hingga bantuan sembako terhadap 34 anak-anak stunting ini diberikan atas kerjasama Puskesmas dengan Pihak PLN UIP Nusra.



Tinggalkan Balasan