Lazarus M. Dillak Kepala Desa Tanah Merah mengatakan, “Atas nama seluruh Masyarakat Desa Tanah Merah, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT PLN (Persero) yang telah memilih desa kami sebagai lokasi penanaman mangrove. Mangrove yang di tanam dan tumbuh di Desa Tanah Merah sangat membantu kami, setelah menanam mangrove banyak membantu kami dalam sektor ekonomi karena dulu biasanya kami panen udang setiap bulan Juni saja, tetapi sekarang setelah mendapatkan bantuan tanaman mangrove kami sudah bisa memanen udang, kepiting setiap bulannya kami berdoa agar mangrove yang tumbuh ini dapat dinikmati hingga generasi berikutnya,” ujarnya.

Hadir dalam kegiatan penanaman mangrove Kepala Balai Besar KSDA Provinsi NTT bersama jajaran, Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Prorvinsi NTT, Kelompok Masyarakat “Dalek Esa”, Direktur Jaringan Peduli Masyarakat (JPM) bersama jajaran dan Kepala Desa Tanah Merah dan bersama jajaran beserta masyarakat sekitar, General Manager, Jajaran Manajemen dan Karyawayan-karyawati PLN UIW NTT.

Dengan di tanamnya 50.000 pohon mangrove di Desa Tanah Merah, Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang, sebuah harapan baru tumbuh subur bersama akar-akar mangrove. Kolaborasi PLN dan BBKSDA NTT ini bukan sekadar pencapaian angka, melainkan investasi jangka panjang untuk masa depan masyarakat setempat. Mangrove ini akan menjadi benteng alami yang melindungi desa dari abrasi, menjaga kualitas air, dan menyediakan habitat bagi beragam biota laut. Lebih dari itu, penanaman mangrove juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui pengembangan ekowisata dan produk-produk berbahan baku mangrove. (Humas PLN)