Lebih lanjut Eko menambahkan “Kami berharap, rangkaian kegiatan ini memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat, baik dari segi lingkungan, ekonomi, maupun sosial. Kami percaya bahwa keberhasilan program ini tidak terlepas dari dukungan dari seluruh stakeholder, mulai dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga masyarakat Desa Tanah Merah sendiri. Semoga sinergi yang baik ini dapat terus terjalin dan program serupa dapat terus kita kembangkan di masa mendatang,” tutupnya.

Ir Arief Mahmud, M.Si Kepala Balai Besar KSDA Provinsi NTT mengatakan, “Kegiatan pada hari ini merupakan kegiatan pemulihan ekosistem, ini merupakan upaya untuk mengembalikan kondisi yang ada di satu wilayah tertentu dan diharapkan dengan pemulihan ini maka fungsi-fungsi yang sebelumnya sudah mengalami deklarasi akan kembali. Mangrove ini tidak hanya berguna bagi lingkungan tapi juga untuk masyarakat secara ekonomi. Hal ini perlu untuk terus kita lakukan tidak hanya untuk di wilayah Tanah Merah tetapi tentu di wilayah yang menjadi tugas kewajiban kita baik dari Balai Besar KSDA Provinsi NTT maupun dari PLN yang tentu kami sangat senang dan bersyukur dan mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya karena dengan dukungan dari PLN sehingga kegiatan ini bisa terlaksana, pada beberapa bulan yang lalu di tempat yang sama ini juga melalui Program TJSL PLN dilakukan penanaman mangrove secara simbolis yang dihadiri oleh pimpinan dari Kemenko marves dan juga beberapa kementrian lain waktu itu dari KLHA, sinergi ini suatu bentuk upaya koloborasi Pentahelik. Balai Besar KSDA NTT mengelola kawasan sebanyak 28 seluruh Nusa Tenggara Timur tugasnya tidak hanya dalam kawasan konvervasi termaksud juga diluar kawasan konservasi,” ujarnya.