“Terima kasih kami sampaikan kepada kepada NU Peduli sudah ambil bagian,” terangnya.
Menurut Safrudin, mereka terpisah dari lokasi posko induk sekitar. Dan jumlah pengungsinya adalah 30 Kepala keluarga (KK) yang berada di Desa Konga.
“Kami pisah karena di penampungan besar semua tenda terisi warga Pengungsi. Kami terkendala untuk melakukan Ibdah Sholat, sehingga disini ada lahan kami bisa mendirikan Musolah Ssederhana untuk melaksanakan sholat lima waktu dan Sholat Jumat. Dan ada aktivitas lain kami mencoba untuk menghilangkan stress kami karena kami belum bisa melakukan aktivitas dikebun, atau berternak,” terangnya.
Pantuan media, rombongan NU Peduli, NU Care Lazisnu dan LPBI dan perwakilan keluarga NU Kab Flores Timur mengunjungi lokasi pengungsi erupsi di Desa Konga dan beberapa lokasi pengungsi lainnya.
Masyarakat terlihat seperti berada di rumah sendiri. Mereka lebih banyak istirahat tanpa aktivitas apa-apa. Mereka berkeinginan cepat kembali ke rumah atau cepat direlokasi untuk melanjutkan kehidupan mereka. (*/kn)



Tinggalkan Balasan