Selain berdasarkan ketersediaan komoditas, klasterisasi juga mencakup kuantitas bahan bahan baku setiap sektor. Manakala di suatu wilayah mampu menyediakan pasokan bahan baku dalam skala besar, maka Pemerintah Provinsi NTT akan menyediakan pabrik pengolahan.
“Yang pastinya adalah kita tidak boleh jual hasil bumi kita dalam bentuk bahan mentah, cukup sudah, kita musti olah dulu supaya Bapa Mama dapat uang lebih banyak” jelasnya.
Untuk diketahui kunjungan Melki Laka Lena di Kampung Rabu, Kecamatan Boawae tersebut merupakan serangkaian kunjungan Gubernur terpilih pasca pemilihan umum serentak 27 November lalu.
Sebelumnya Melki Laka Lena menyambangi warga terdampak Erupsi Lewotobi guna merayakan kemenangannya menjadi orang nomor satu di NTT. (*/sevrin/FN/tim)





Tinggalkan Balasan