“Maka setelah ditetapkan secara resmi maka Melki-Jhoni harus mewujudkan semua janji yang telah diucapkannya,” ungkap Ahmad Atang.
Alasan keempat yang berhasil membawa Melki-Johni meraih kemenangan adalah kekompakan tim kerja, jaringan partai koalisi dan politik swadaya di masyarakat ikut memberikan kontribusi besar atas kemenangan ini.
Ia juga menyampaikan bahwa, apa yang diumumkan oleh Melki-Johni bukan asal klaim. Tapi hasil hitung cepat adalah hasil valid yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
“Oleh karena itu, apa yang umumkan oleh Melki-Jhoni sebagai pemenang bukan asal klaim, akan tetapi didasarkan pada kerja-kerja lembaga survei yang berbasis akademik, yang dapat dipertanggung jawabkan validitasnya,” pungkas Ahmad Atang.
Melki-Johni Unggul Real Count KPU
Sementara itu, data yang dihimpun media ini pada Kamis (28/11/2024) pukul 19.31 WITA, paslon Melki-Johni masih unggul jauh berdasarkan hitungan C1 KWK.
Melki-Johni unggul 37,42% atau meraih 928.328 suara. Ansy-Jane berada di urutan kedua dengan meraih 32,97% atau 817.989 suara. Di urutan buncit ada Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu yang meraih 29,61% atau sebanyak 734.695 suara.





Tinggalkan Balasan