
“Hasil pengeboran ini yang berupa air layak minum langsung, sangat membantu bagi warga kami yang berjumlah 1576, baik dari sisi kebutuhan air maupun kesehatan”, lanjut Bapak Desa Alas.
Program ini menjadi jawaban atas krisis air bersih yang kerap melanda Provinsi Nusa Tenggara Timur, salah satu wilayah yang dikenal rawan akses air bersih di Indonesia.
Teknologi Tepat Guna Air Bersih
Instalasi ini menggunakan teknologi IGW Membran Ultrafiltrasi karya Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB, Prof. Ir. I Gede Wenten, M.Sc., Ph.D. Adapun membran ultrafiltrasi bekerja pada tingkat molekuler untuk menghilangkan patogen dan kontaminan secara efektif sambil mempertahankan laju aliran air yang tinggi. Teknologi ini memanfaatkan gaya gravitasi untuk mendorong air melalui membran ultrafiltrasi yang sangat selektif. Membran ini mampu memisahkan kontaminan seperti bakteri, virus, dan logam berat, sehingga menghasilkan air yang bersih. Hal ini merupakan hasil dari penelitian panjang dari Prof. Ir. I Gede Wenten dengan meninjau secara komprehensif tentang teknologi “GRAVITY-DRIVEN HIGHLY SELECTIVE ULTRAFILTRATION” (GHSU), mulai dari prinsip-prinsip teoretis hingga aplikasi praktisnya (https://scholar.google.com/citations?user=5LPPbi8AAAAJ&hl=en)



Tinggalkan Balasan