“Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dan dirawat dengan baik oleh warga desa, agar manfaatnya dirasakan dalam jangka panjang”, ungkap Dr. Eng. Eka. Warga Desa Alas diwakili oleh Kepala Desa (Bapak Desa) Alas Randy Berek, menyambut baik dan antusias dalam pelaksanaan ini. “Seluruh warga turun tangan bergotong-royong dalam melancarkan kegiatan ini, dimana kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap sejak pencarian titik air sampai pengeboran serta pemasangan alat ultrafiltrasi air”, lanjut Dr. Eng. Eka.
Krisis Air Bersih yang Teratasi
Sebelum adanya fasilitas ini, warga Desa Alas harus membeli air tangki dengan harga Rp300.000 per tangki, meskipun pendapatan rata-rata keluarga hanya berkisar Rp500.000 hingga Rp2.000.000 per bulan. “Sebagian warga bahkan terpaksa mengambil air dari sungai, yang tidak hanya memberatkan secara ekonomi, tetapi juga meningkatkan risiko kesehatan akibat air yang tidak layak konsumsi. Kondisi ini juga berkontribusi pada masalah malnutrisi dan stunting”, ungkap Bapak Desa Alas.



Tinggalkan Balasan