Menurut dia, pengusulan Herman Fernandez jadi pahlawan nasional bisa diterima, karena dia merupakan salah satu pahlawan yang masuk dalam tokoh praja.

“Secara keseluruhan memang dia memenuhi syarat untuk diusul jadi pahlawan nasional. Karena dia ini sudah korbankan jiwa dan raganya. Jadi sangat layak diusulkan jadi pahlawan nasional,” terangnya.

Dia menyebut, pengusulan awal atas inisiatif pihak keluarga, kemudian dibentuk tim untuk meneliti, dan dikeluarkan naskah akademik berupa buku, sebelum diusulkan jadi pahlawan nasional.

Narasumber lainnya, Dr. Yoseph Yapi Taum mengatakan, di tingkat nasional, nama Herman Fernandez seperti tokoh yang terlupakan.

“Karena pak Herman ini mungkin hanya dikenal di Larantuka, Flores Timur. Sehingga melalui buku yang ditulis oleh Thomas B. Ataladjar ini mengungkap sosok sebenarnya dari sosok Herman Fernandez,” jelasnya.

Menurut Taum, Herman Fernandez merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah bangsa Indonesia, karena dia sangat menonjol.

Selain itu, kata dia, nama Herman Fernandez juga sudah pernah diusulkan jadi pahlawan nasional. Orang yang mengusulkan itu adalah Frans Seda.

“Pak Frans Seda pernah mengusulkan Herman Fernandez jadi pahlawan nasional. Dia juga yang usul untuk membuat patung Herman Fernandez di Larantuka, Flores Timur,” terangnya.

Cucu Herman Fernandez, Grace Siahaan berharap pemerintah setuju dan memberikan penghargaan kepada Herman Fernandez sebagai pahlawan nasional.

“Sehingga kami keluarga, khusunya warga Flores Timur juga bangga karena punya pahlawan. Ini juga bisa jadi inspirasi untuk semua generasi muda yang ada di Indonesia,” jelasnya. (*)