“Jadi modal politik Melki-Johni sangat kuat. Dengan 11 parpol pendukung, dan kedudukan Pak Melki sebagai Wakil Ketua Umum Golkar, ada 12 orang Golkar di kementerian, belum Gerindra, PAN dan Demokrat. Begitu mudahnya membangun NTT,” tegas Agung.

Agung mengajak seluruh diaspora Ende di Kupang untuk menyatukan dukungan hanya untuk paslon cagub cawagub yang berasal dari koalisi pemerintah.

“Kata-kata boleh manis, program boleh manis, tapi kalau tidak didukung pemerintah pusat, hasilnya nihil. Itu alasan cerdas mengapa orang Ende memilih Paket Melki-Johni,” terangnya.

Agung menambahkan, di sisi lain, Johni Asadoma yang adalah calon Wakil Gubernur NTT berasal dari kalangan birokrasi yang pernah menjadi Kapolda NTT.

“Pengalamannya bisa dipakai untuk memimpin NTT. Sehingga birokrasi kita bsa digerakan untuk mendukung program Melki-Johni,” pungkas Agung. (*)