Denny menambahkan, dalam bahasa adat Sumba Timur ada istilah “ambu ndanggang watu uma mu” yang artinya jangan jual batu rumah adatmu. “Makna tersirat dari istilah itu ialah jangan sesekali kita melupakan asal usul kita. Bagaimanapun keadaan kita, di situlah identitas kita, harga diri kita, dan kebanggaan kita,” ujarnya.

Dikatakan Denny Untono, jika dipatutkan dengan pencalonan Umbu Melki Laka Lena sebagai kandidat Gubernur NTT, maka sebagai orang Sumba, ada rasa bangga yang luar biasa. Pasalnya, sebagai keluarga ada rasa bangga, haru dan syukur tak terhingga kepada Tuhan karena seorang putra berdarah Sumba dipercaya sebagai kandidat dalam kontestasi Pilgub NTT.

“Sebagai orang beriman kita meyakini bahwa tak ada sesuatu yang kebetulan dimuka bumi ini. Semua terjadi atas kehendak Ilahi, termasuk bahwa Umbu Melki Laka Lena yang berdarah Sumba itu juga bagian dari rancangan Ilahi,” katanya.

Tentang istilah adat “ambu danggang watu uma mu” yang juga bermakna jangan menjual atau melupakan saudaramu dengan alasan apapun, maka sebagai orang Sumba patut mendukung, mendoakan serta memilih untuk memenangkan Umbu Melki Laka Lena pada Pilkada Gubernur 27 November mendatang.