Apalagi, kata dia, Paslon no 2 memiliki spirit yang besar agar masyarakat NTT diaspora di mana saja berada untuk ikut berpartisipasi dalam bentuk apa pun untuk ikut membangun NTT.
“Spirit yang sama sempat digaungkan oleh mantan Gubernur Frans Lebu Raya dengan tag line GPK (Gerakan Pulang Kampung). Bukan pulang secara fisik tapi pulang dengan memberi solusi, pulang berbagi rejeki kepada keluarga di sana dan lainnya. Sehingga dukungan ril kami untuk Paslon no 2 adalah akan mencoba memberi pemahaman kepada minimal masing-masing keluarga agar lebih cerdas dan rasional dalam mnentukan pilihan yaitu pada MELKI-JOHNI untuk memimpin NTT,” katanya.
Untuk diketahui, sejumlah tokoh diaspora NTT yang menjadi pengundang dalam diskusi itu diantaranya Mayjend (purn) Jan Pieter Ate, Brigjend (purn) Andreas Mere, Drs. Alfons Loemau, S.H., M.Si., M.Bus, Ignatius Iryanto Jou, Marsel Ado Wawo, Donkers Mayorga, Dr. (Can)MM Ardy Mbalembout SH MH CLA AIIArb, Yohanes Hiba Ndale (Adipapa), Agustinus Dawarja, Aanche Kota, Didinong Say, Marsel Muja, Mikel Kleden, Bernard Tifaona, dan Honing Sanny. (llt/tim)





Tinggalkan Balasan